Presiden Canangkan Gerakan Nasional Revolusi Mental

Posted by Revolusi Mental on Monday, 1 December 2014 | 15:58:00

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mencanangkan Gerakan Nasional Revolusi Mental. Pencanangan ini bertepatan dengan upacara HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-43, (Senin 1/12/2014) yang digelar di Lapangan Monas .
Kepada 15000 undangan, Presiden Jokowi meminta Korpri agar menjadi aparat yang melayani kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Seluruh anggota Korpri harus mempercepat perubahan melalui revolusi mental aparatur sipil negara.
"Korpri harus tinggalkan mentalitas priyayi, dan bagaimana memberikan pelayanan yang makin cepat, tepat dan murah serta mudah," kata Jokowi.
Jokowi menegaskan, Korpri harus memahami tugas dan fungsinya dalam melaksanakan penataan birokrasi sehingga menjadi birokrasi yang bersih, kompeten, dan mampu melayani masyarakat lebih cepat. Korpri sepatutnya menjadi birokrasi yang melayani dengan cepat, dan sepenuh hati untuk kejayaaan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
Untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani masyarakat tanpa pamrih, seluruh anggota Kopri perlu mempercepat perubahan mindset dan cultureset melalui revolusi mental aparatur sipil negara. Apalagi pemerintah telah menetapkan visi dan misi pemerintah kabinet kerja 2014-2019 yakni terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.
"Korpri sebagai organisasi yang mewadai PNS harus menjadi teladan bagi perubahan, menjaga kode etik profesi, standart pelayanan profesi," ujar Jokowi.
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Yuddy Chrisnandi mengatakan, meskipun pencanangan gerakan nasional revolusi mental tersebut tidak dilaksanakan secara simbolik, namun penerapannya sudah dilakukan selama ini.
"Sudah jelas bahwa sekarang kita menerapkan gerakan nasional revolusi mental, jadi tidak lagi harus menggunakan hal-hal yang simbolik seperti penekanan tombol sirene, pelepasan balon atau penyerahan pataka," katanya.
Menurut Yuddy, hal simbolik tersebut hanya digunakan pada zaman birokrat bermental priyayi, sehingga saat ini ketika sudah berada di zaman birokrat yang merakyat sudah tidak diperlukan lagi.
"Ya kalau pencanangan secara otomatis gerakan tersebut sudah bergulir di tengah masyarakat karena programnya pun sudah disiapkan beserta instrumennya," ujarnya.
Dia mengatakan, instrumen gerakan nasional revolusi mental tersebut sudah sebagian besar dijalankan oleh aparatur sipil negara, sehingga hari ini hanya dipertegas kembali oleh Presiden Jokow Widodo bersamaan dengan momentum HUT Korpri.
"Salah satu revolusi mental termasuk dalam pencanangan gerakan nasional yang tidak menggunakan simbolik apapun,"ujarnya.
Dia menambahkan revolusi mental ini dimulai dengan hal-hal yang kecil dan sederhana namun manfaatnya sangat besar bagi peningkatan pelayanan publik.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 15:58:00

0 komentar:

Post a comment

JOKOWI PEMIMPIN RAKYAT