Kunjungan Tim Revolusi Mental ke Kebun Buah Naga Sabila Farm di Yogjakarta

Posted by Revolusi Mental on Sunday, 15 March 2015 | 14:24:00

Kunjungan Tim Revolusi Mental ke Sabila Farm Yogyakarta

Pada tanggal 15 Maret 2015 setelah selesai acara Silaturahmi Relawan Jokowi di JEC tanggal 14 Maret 2015, Tim perwakilan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental menyempatkan diri untuk berkunjung dan menemui Pakde Gun sesepuh kami yang telah berhasil membubidayakan Buah Naga (Dragon Fruit) dan membuatnya bisa keliling dunia dari hasil pertaniannya. Buah naga produksi Pakde Gun telah berhasil meraih predikat sebagai Buah Naga Terbaik di Dunia dalam kontes yang diselengarakan di Jerman. Sejak memenangkan perlombaan tersebut, kebun Buah Naga Pakde Gun sering kedatangan utusan dari seluruh dunia untuk mengadakan riset dan studi banding dari berbagai berbagai negara. Saat buah naga di Pasar Induk harga per kilonya 8 ribu rupiah, Pakde Gun tetap menjual buahnya 30rb per kg. Mengapa demikian? Karena harga pasar Expor tidak pernah turun dan dijualnya pakai Dollar saat Dollar mnguat seperti sekarang ini maka kalo dirupiahkan, harga per kilo buah naga di pasar expor mencapai 40 ribu rupiah. Keren gak. Kalo semua petani mengekspor hasil pertaniannya, maka menguatnya Dollar justru adalah melimpahnya rezeki. Tapi karena kita hampir semua kebutuhan pokonya impor, maka menguatnya Dollar adalah bencana.
Ini adalah prestasi petani Indonesia yang telah mampu menembus pasar dunia. Satu lagu yang saya inget setiap keli ketemu dengan Pakde Gun ini adalah profil petani yang dinyanyikan oleh Slank pada tahun 90an dengan judul pak tani, digambarkan petani yang punya Laser Disk, TV Warna, Mobil BMW, ngontrol ladang numpak Harley ngitung hasil panen pakai Komputer dan Ngirim Order Beras pakai Helicopter. Ini hampir mirip dengan Pakde Gun hanya Helicopter saja yang dia belum punya.
Jika semua petani di Indonesia bisa kaya raya dari hasil pertaniannya seperti Pakde Gun, maka kedaulatan pangan di Indonesia dapat segera terwujud. Karena jika hasil pertanian melimpah dan berkualitas maka kita tidak perlu lagi impor bahan pangan tetapi malah Expor bahan pangan ke seluruh dunia. Jika ini terjadi maka kedaulatan Indonesia di mata dunia akan diperhitungkan.
Pakde Gun dan kawan-kawan membentuk suatu komunitas yang dinamai IFA (Indonesia Feed Asia) yang memiliki visi bahwa Indonesia harus mampu memberi makan seluruh bangsa Asia. Artinya kebutuhan pokok warga Asia haarusnya bisa dicukupi oleh Indonesia yang menyandang gelar sebagai negara Agraris Maritim terbesar di dunia. Tapi ironis sekali yang terjadi ternyata Indonesia menjadi pengimpor bahan pokok terbesar di dunia.
Satu lagi sesepuh kita yang kaya raya dari pertanian terpadu yaitu H. Masngut Imam Santoso, seorang petani yang berhasil memadukan pertanian dan peternakan, akan kami kunjungi lain waktu. Beliau memulai dari peternakan ayam, bebek, lele hingga sapi perah dan sapi potong. Kotoran semua ternak diolah menjadi biogas untuk kemandirian energi, ampasnya diproses menjadi pupuk organik untuk menyuburkan tanah, tanah menumbuhkan padi, jagung, tebu, kelapa sawit, dll. Sampah pertanian diolah lagi menjadi pakan ternak sehingga tidak ada yang terbuang dan terjadi mata rantai makanan yang saling membutuhkan. Ada hal unik di Integrated Farming nya H. Masngut, ternyata harga 1 liter kencing sapi lebih mahal daripada harga susu. Mengapa demikian, karena kencing sapi bisa diproses menjadi Pupuk Cair dan Pestisida Organik yang harganya mencapai 100rb per liter.
Kembali ke Pakde Gun, selain membudidayakan Buah Naga, Pakde Gun juga mengembangkan Srikaya Jumbo yang bijinya cuma sedikit, juga Srikaya Jumbo hasil penyilangan yang beratnya mencapai 5 kilo per buah. Selamat berkrenova (Kreasi dan Inovasi) Pakde Gun.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 14:24:00

0 komentar:

Post a comment

JOKOWI PEMIMPIN RAKYAT