LGBT dan Azab yang ditimpakan di wilayah sekitarnya sebagai hukuman atas penyimpangan Sex

Posted by Revolusi Mental on Saturday, 20 February 2016 | 06:29:00

LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender) adalah penyimpangan Seksual yang saat ini sedang marak dipromosikan di Sosmed dan berbagai media baik cetak maupun elektronik. Alih-alih mencegah perkembangan LGBT, tetapi semakin sering itu muncul di media elektronik maka semakin sukseslah kampanye mereka dan terbukti menempati Rangking 1 di Search Engine seperti Google. Orang yang awalya tidak tau apa itu LGBT menjadi ingin tahu dengan mencari kata LGBT di google bahkan mencari gambar-gambar contoh pelaku LGBT yang sedikit banyak justru mengajarkan bagaimana cara berperiklaku para pengidap LGBT.

LGBT adalah penyakit menular yang dipromosikan oleh kelompok yang mengusung kebebasan dan kesetaraan. Kelompok ini bahkan dibiayai oleh PBB (UN) dengan membentuk badan khusus bernama UNFE (United Nations Free & Equality) untuk mempromosikan LGBT. Silakan klik webnya: www.unfe.org. PBB juga menerbitkan perangko gay. Dengan dalih untuk melindungi hak asasi manusia namun pada kenyataannya bukan melindungi, tapi justru mempromosikan gaya hidup LGBT.

UNDP bahkan menggelontorkan uang sebesar USD 8 juta (sekitar Rp 107 M) untuk mempromosikan LGBT di Indonesia, China, Thailand dan Filipina. Pertanyaannya, kenapa keempat negara ini -- Indonesia, China, Thailand & Filipina -- jadi sasaran promosi LGBT? Karena negara-negara tersebut adalah "negara berkembang" yang penduduknya banyak. Ini ada kaitannya dengan politik depopulasi dunia, yang sudah dijalankan sejak lama, tanpa disadari oleh masyarakat dunia.

Menurut Dr. KH. Muslih Abdul Karim, salah satu dosen tafsir di LIPIA Jakarta juga di PTIQ Jakarta dalam ceramahnya di Masjid Brimob Kelapa Dua mengatakan bahwa membiarkan LGBT berarti menyiapkan diri dan bumi tempat kita berpijak utk mendapat murka Allah SWT.

Ada dua macam tarikan  negatif yang mesti kita kendalikan. Pertama Hawa nafsu dan kedua Syahwat.

Selama ini dua hal itu kita anggap sama, padahal tidak. Hawa nafsu itu tarikan yang sifatnya ke arah ego. Sedangkan Syahwat itu tarikan yang sifatnya fisik/material. Silakan cek al Qur’an.

Kata syekh Abdul Qadir al-Jailani, puncak dari mempertuhankan hawa nafsu adalah mempertuhankan diri sendiri, yg tercermin dari ucapan Firaun yang menyatakan dirinya Rabb (tuhan pemelihara).

Sedangkan puncak dari pemujaan terhadap syahwat adalah homoseksual. (kisah kaum nabi Luth).

Kenapa kita mesti concern tentang LGBT, karena kalau kita lihat di Quran hukuman bagi para pemuja Hawa nafsu itu beda dengan hukuman bagi pemuja syahwat.

Pemuja hawa nafsu seperti Firaun, yg dihancurkan itu cuma Firaun dan tentara nya saja. Kota mesir nya masih tetap ada.

Sedangkan pemuja syahwat itu dihancurkan sampai ke bumi tempat mereka berpijak. TOTAL!!!  Artinya kucing dan tikus liar yg numpang makan di situ ikut terkena bencana.

Dan itu bukan hanya kejadian di kota Sodom. Kita lihat pola yang sama di Pompeii, lalu di sebuah dusun kecil, Lagetang. Semuanya polanya sama. Pemujaan terhadap syahwat ---> melampaui batas sampai muncul perilaku homosex ---> nunggu bencana.

Bahkan itu juga yg terjadi menjelang kiamat... Dalam hadits, digambarkan manusia hilang malunya sehingga biasa untuk ngeseks di pinggir jalan.

Jadi menurut yang saya pahami, perilaku homosex tidak boleh dibiarkan begitu saja. Harus kita cegah... Tentunya bukan dengan memusuhi pelaku. Tapi yg kita cegah adalah tersebarnya paham tersebut.

Setidaknya bertindak agar jelas posisi kita. Misalnya tidak beli kopi di Starbucks, atau klo mampu, melakukan counter campaign atau penyadaran bagi para homosex.

Sebagai penutup, saya ingin mengutip sebuah kisah tentang keberpihakan. Di saat Nabi Ibrahim dibakar raja Namrod, seekor semut membawa setetes air. Seekor burung kemudian bertanya, "untuk apa kamu bawa air itu?"

"ini air untuk memadamkan api yang sedang membakar kekasih Tuhan, Ibrahim."

"Hahaha... Tak akan guna air yg kamu bawa" kata burung.

"Aku tahu, tetapi dengan ini aku menegaskan di pihak manakah aku berada".

Jadi silahkan ambil sikat untuk bertindak dan jangan berpangku tangan jika Indonesia Nusantara ini tidak ingin dihancurkan dan di luluhlantakkan seperti Kota Pompeii dan Kota Sodom yang akan menjadi the next monumen atas penyimpangan sexual.





FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 06:29:00

0 komentar:

Post a comment

JOKOWI PEMIMPIN RAKYAT